Senin, 16 September 2013

Faktor-faktor yang mempengaruhi analisa fundamental

Analisa fundamental adalah suatu metode untuk menganalisa pasar atau market melalui metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi, sosial dan politik yang mempengaruhi terhadap sebuah permintaan dan penawaran.  Secara teknis menitik beratkan pada rasio finansial serta kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan market. Misalnya, dolar AS sedang menguat karena perekonomian AS sedang membaik. Begitu perekonomian AS semakin baik maka akan berpengaruh terhadap terhadap nilai mata uang AS yang semakin tinggi tingkat penawarannya dibanding mata uang lainnya.

Perbedaan antara instant execution dan market execution

Harus Anda ketahui apa perbedaan jenis trading execution dari jenis broker yang Anda pilih. Karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai dan jumlah transaksi yang akan Anda jalankan. Broker biasanya menjalankan perintah trading execution kedalam beberapa metode, dua diantaranya, yaitu instant execution dan market execution.
  • Instant Execution adalah proses eksekusi yang berjalan sesuai dengan harga yang Anda inginkan. Pada jenis transaksi ini pihak broker mengambil tanggung jawab sepenuh untuk menjalankan perintah pada harga yang Anda minta baik sell atau buy, atau malah tidak melakukannya sama sekali. Cepat atau lambatnya proses eksekusi yang Anda inginkan sepenuhnya berada ditangan broker
Contoh: Anda mengklik “buy” pada pilihan pair GBP/USD pada level 1.58000. Normalnya setelah broker menerima order yang anda minta maka mereka yang akan memutuskan apakah Anda akan mendapatkan level transaksi yang Anda inginkan atau tidak. Anda akan mendapatkan transaksi tepat pada harga tersebut jika Anda beruntung, meskipun sedetik setelah proses eksekusi yang diambil harga bergerak naik atau turun. Seandainya posisi yang Anda dapatkan tidak sesuai dengan yang Anda perintahkan (harga bergerak melawan Anda terlalu jauh) maka ada indikasi bahwa broker tempat Anda bertrading telah melakukan kecurangan.
  • Market Execution adalah proses eksekusi yang berjalan sesuai dengan harga real market. Broker yang menggunakan system transaksi seperti ini akan langsung melempar transaksi para nasabahnya ke market. Pada penggunaan system ini order execution yang didapatkan jauh lebih real dan cepat ketimbang  instant execution.
Contoh: Anda mengklik “buy” pada pilihan pair GBP/USD pada level 1.58000, jika harga tidak berubah maka Anda mendaptkan harga yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan GBP/USD 1.58000. Namun jika harga berubah sesaat setelah Anda mengklik pada level tersebut (1.58000 menjadi  1.57990) maka transaksi yang Anda lakukan menghasilkan keuntungan 10 point dari yang Anda rencanakan atau sebaliknya.

Banyak trader yang berasumsi bahwa melalui online broker, account trading yang mereka miliki akan terkoneksi langsung dengan sekuritas market dan trading execution akan dijalankan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Padahal tidak semua broker bisa menjamin hal tersebut.

Dapat memasang perintah order untuk mengatur parameter orderan SL (stop lose) /TP (taking profit) sebelum Anda membuka posisi adalah keunggulan dari instant execution. Namun dengan sering terjadinya requote (5 hingga 20 detik) apakah anda berpikir hal tersebut sepadan dengan nilai kerugian yang akan anda tanggung nantinya?

Berbeda dengan market execution dimana proses eksekusi yang Anda inginkan berjalan sesuai dengan pergerakan market dengan jaminan penuh tanpa pernah terjadinya requote. Level harga yang didapatkan boleh jadi berbeda dengan level harga yang ditargetkan dan Anda bisa  mendapatkan level harga terbaik yang Anda inginkan.

Sabtu, 14 September 2013

Indeks Harga Produksi

Indeks harga produksi atau Producer Price Index (PPI) adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang di terima oleh produsen domestik atau lokal untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan, dan pertanian.

Tingkat inflasi

Tingkat inflasi adalah salah satu cara pemerintah suatu negara dalam menanggulangi inflasi dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator yang masuk ke dalam analisa fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat produk domestik bruto (PDB) dan produk nasional bruto (PNB) ke dalam nilai yang sebenarnya. 

Indikator-indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang biasa digunakan adalah:
  • Indeks harga produksi atau Producer Price Index (PPI)
  • Indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI)

Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi : indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan faktor analisa fundamental itu sendiri. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam analisa fundamental, yakni :

Produk nasional bruto (PNB) adalah total produksi barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk negara baik yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam suatu periode tertentu.

Produksi domestik bruto (PDB) adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara pada suatu waktu / periode tertentu.

Faktor Keuangan

Faktor keuangan sangat penting dalam melakukan Analisa Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga memengaruhi nilai mata uang. Tingkat suku bunga adalah penentu utama nilai tukar suatu mata uang selain indikator lainnya seperti jumlah uang yang beredar. 

Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat suku bunga semakin kuat nilai tukar mata uang. Namun, kadang kala terdapat salah pegertian bahwa kenaikan tingkat suku bunga secara otomatis akan memicu menguatnya nilai tukar maa uang domestik. Perhatian terhadap suku bunga ini harus dipusatkan pada tingkat suku bunga riil, bukan pada tingkat suku bunga nominal. Ini karena perhitungan tingkat suku bunga riil telah menyertakan variabel tingkat inflasi di dalamnya.

Faktor politik

Faktor politik sebagai salah satu alat indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing/waktu terjadinya secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya tidak membawa dampak apa pun terhadap pergerakan nilai tukar.

Analisa Fundamental

Analisa fundamental adalah suatu metode untuk menganalisa pasar atau market melalui metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi, sosial dan politik yang mempengaruhi terhadap sebuah permintaan dan penawaran.  Secara teknis menitik beratkan pada rasio finansial serta kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan market. Misalnya, dolar AS sedang menguat karena perekonomian AS sedang membaik. Begitu perekonomian AS semakin baik maka akan berpengaruh terhadap terhadap nilai mata uang AS yang semakin tinggi tingkat penawarannya dibanding mata uang lainnya.

Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori besar, yaitu :